Reportase
Oleh : Zulfan
Banda Aceh
- Memperingati sembilan tahun tsunami yang memporak-porandakan Aceh, nelayan
dari berbagai daerah di Aceh tidak melaut. Untuk tahun ini, nelayan tidak
melaut selama dua hari.Ratusan nelayan Aceh dari berbagai kabupaten kota yang
kebetulan melintas atau memang berlabuh di Lampulo sudah merapat ke dermaga.
Kendala tidak melaut, para nelayan menyibukkan diri dengan menjahit atau
memperbaiki jaring, serta mngurus perlengkapan-perlengkapan melaut.
Panglima
Laot Lhok Krueng Aceh, Tabrani, mengatakan, adat pantang melaut ini disepakati
oleh seluruh nelayan yang ada di Aceh selama satu hari. Namun tahun ini nelayan
tidak melaut selama dua hari karena bertepatan dengan hari Jumat yang merupakan
hari pantang melaut bagi
nelayan Aceh.
nelayan Aceh.
"Pasca
tsunami, disepakati oleh para tetua adat laut sehari sebelum peringatan tsunami
setiap nelayan tidak diperbolehkan melaut," kata Tabrani, Rabu
(25/12/2013).
Bagi
nelayan yang tetap melaut, kata Tabrani, maka akan dikenakan sanksi adat yaitu
tidak diperbolehkan melaut selama tujuh hari. Sementara bagi nelayan yang telat
berlabuh juga akan dikenakan sanksi yaitu tidak diperboleh merapat ke sungai
Krueng Aceh.
"Boat
kami minta tetap berada di muara sungai hingga doa bersama selesai,"
ungkapnya.
Pantang melaut
itu diberlakuan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB Jumat kemaren.
"Hingga hari ini belum ada yang melanggar," jelasnya.


0 komentar:
Posting Komentar