Senin, 30 Desember 2013

Peringati 9 Tahun Tsunami, Nelayan Aceh Tidak Melaut


Reportase
Oleh :  Zulfan
Banda Aceh - Memperingati sembilan tahun tsunami yang memporak-porandakan Aceh, nelayan dari berbagai daerah di Aceh tidak melaut. Untuk tahun ini, nelayan tidak melaut selama dua hari.Ratusan nelayan Aceh dari berbagai kabupaten kota yang kebetulan melintas atau memang berlabuh di Lampulo sudah merapat ke dermaga. Kendala tidak melaut, para nelayan menyibukkan diri dengan menjahit atau memperbaiki jaring, serta mngurus perlengkapan-perlengkapan melaut.



Panglima Laot Lhok Krueng Aceh, Tabrani, mengatakan, adat pantang melaut ini disepakati oleh seluruh nelayan yang ada di Aceh selama satu hari. Namun tahun ini nelayan tidak melaut selama dua hari karena bertepatan dengan hari Jumat yang merupakan hari pantang melaut bagi
nelayan Aceh.



"Pasca tsunami, disepakati oleh para tetua adat laut sehari sebelum peringatan tsunami setiap nelayan tidak diperbolehkan melaut," kata Tabrani, Rabu (25/12/2013).



Bagi nelayan yang tetap melaut, kata Tabrani, maka akan dikenakan sanksi adat yaitu tidak diperbolehkan melaut selama tujuh hari. Sementara bagi nelayan yang telat berlabuh juga akan dikenakan sanksi yaitu tidak diperboleh merapat ke sungai Krueng Aceh.



"Boat kami minta tetap berada di muara sungai hingga doa bersama selesai," ungkapnya.

Pantang melaut itu diberlakuan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB Jumat kemaren. "Hingga hari ini belum ada yang melanggar," jelasnya.



0 komentar:

Posting Komentar