Kritik
Oleh : Adian Putra
Sinopsis
“Generasi Menunduk” merupakan video features yang bercerita tentang fenomena
sosial dimana generasi sekarang lebih sering ‘menunduk’ akibat gadget atau alat teknologi komunikasi
canggih berupa handphone, Ipad, Tabs,
Android dan lain-lain. Alat-alat teknologi ini sudah diakui kehebatannya,
selain itu alat-alat ini juga multifungsi sehingga terciptanya ‘masyarakat cyber’ yaitu masyarakat yang berinteraksi
melalui media internet.
Dibalik
kecanggihannya, ternyata alat-alat teknologi tersebut menimbulkan efek yang
kurang baik dilihat dari segi kehidupan sosial. Masyarakat menjadi anti-sosial dimana mereka seperti
sudah
kecanduan, autis, dan tidak bisa lepas dari alat komunikasi tersebut. Gejala ini disebut sebagai Syndrom Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) yaitu mereka yang mengindap sindrom kekhawatiran yang berlebih ketika berada jauh dari gadget. Hampir 80% perhatian mereka hanya tertuju pada gadget yang mereka gunakan dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar, walaupun sedang berkumpul dengan keluarga, teman, bekerja, belajar, bahkan berkendara. Mereka tetap ‘menunduk’ memperhatikan gadget, entah apa yang mereka kerjakan, seperti memiliki dunia sendiri dan mengabaikan keadaan disekitar mereka.
kecanduan, autis, dan tidak bisa lepas dari alat komunikasi tersebut. Gejala ini disebut sebagai Syndrom Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) yaitu mereka yang mengindap sindrom kekhawatiran yang berlebih ketika berada jauh dari gadget. Hampir 80% perhatian mereka hanya tertuju pada gadget yang mereka gunakan dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar, walaupun sedang berkumpul dengan keluarga, teman, bekerja, belajar, bahkan berkendara. Mereka tetap ‘menunduk’ memperhatikan gadget, entah apa yang mereka kerjakan, seperti memiliki dunia sendiri dan mengabaikan keadaan disekitar mereka.
Kritik
Secara
konsep, video yang dibuat oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSYIAH angkatan
2010 ini sudah sangat bagus. Alur dan pengaturan sound antara backsong dan voice out sudah sesuai. Backsong
yang dipilih pun sesuai dengan tema video ini. Ide pembuatan video ini pun
sesuai dengan permasalahan sosial yang sedang terjadi sekarang, sehingga video
ini sangat membantu kita untuk sadar akan bahayanya gadget yang bisa menyebabkan Syndrom Nomophobia dan menjadikan
kita sebagai “Generasi Menunduk”.
Namun
dibalik semua keberhasilan mereka dalam membuat video ini, saya masih merasakan
adanya beberapa kejanggalan-kejanggalan seperti komposisi gambar yang sedikit
dan sering diulang-ulang, hal ini dapat membuat penonton agak sedikit bosan.
Kemudian pengambilan sudut gambar atau angle
video pada saat wawancara masih kurang tepat, karena sudut gambar yang diambil
tidak sesuai dengan framing wawancara. Pada sesi wawancara dengan narasumber 1
(Tia AFI) angle yang diambil terlalu
ke tengah dan terlalu dekat (over zoom
in) dengan kamera sehingga menyebabkan wajah narasumber terlihat besar. Pada
sesi wawancara dengan narasumber 2 (Sri Utami), angle yang diambil terlalu ke bawah sehingga lebih mirip pada sesi
host atau pembawa acara sedang berbicara. Pada sesi wawancara dengan Pengamat
Sosial (Marwan Nusuf) angle yang
diambil terlalu lebar, sehingga menyebabkan banyak kekosongan di latar
belakang. Namun pada sesi wawancara dengan Psikolog (Ria Hidayati) angle yang diambil sudah sesuai, yaitu
dengan angle mediun close-up dan narasumber mengarah ke samping kamera, agar
penonton dapat melihat narasumber dengan jelas serta komposisi latar belakang
yang tepat. Jika saja ketiga sesi wawancara lainnya menggunakan angle medium close-up seperti pada wawancara dengan Psikolog dan gambar
yang diambil lebih banyak sehingga tidak perlu diulang-ulang, saya berani
mensejajarkan video features ini
dengan video-video features yang
dibuat oleh TRANS Corporation.


0 komentar:
Posting Komentar