Opini
Oleh : Cut Sri Rahmayani Zulisna
Oleh : Cut Sri Rahmayani Zulisna
Tahun 2013 akan menjauh dari kita semua dan
2014 akan segera datang. mari kita buka pintu dan jendela untuk menyambut
datangnya 2014 dengan semangat perubahan yang luar biasa, salah satunya adalah Unsyiah.
Unsyiah merupakan kampus kebanggaan orang Aceh, setiap tahunnya Unsyiah terus
mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari
pembangunan kampus, peningkatan mutu akademik, serta meningkatkan sarana dan prasarana.
pembangunan kampus, peningkatan mutu akademik, serta meningkatkan sarana dan prasarana.
Coba kita lihat dan perhatikan
sekarang, ada gedung yang sedang mengalami perbaikan diantaranya, seperti
menambah gedung baru, merenofasi atap yang sudah begitu rapuh, merenofasi
lantai, melakukan mengecatan ulang gedung yang terdapat RKU 1, RKU 3, MIPA, FISIP,
Kedokteroan, dan Pertanian.
Berbicara mengenai pembangunan di tahun
sebelumnya, rasanya tidak bersemangat, melihat gedung yang mengalami kebocoran
disaat hujan, warna gedung yang kusam, seperti rumah hantu yang begitu angker,
kekurangan kelas untuk belajar, sehingga menyebabkan menunggu ruang kosong,
lantai yang sudah berlubang-lubang, dan ini membuat mahasiswa enggan untuk
belajar, malas ke kampus. Seperti yang dilontarkan salah seorang mahasiswa
FISIP jurusan komunikasi yang mengatakan “malas kekampus, keseringan tidak ada ruang untuk belajar”. Ini yang
terjadi di Fakultas FISIP yang setiap tahunya mahasiswa baru terus bertambah
dan mahasiswa lama enggan untuk keluar sehingga menjadikan kampus ini begitu
sempit dengan bangunan yang minim
menyebabkan setiap belajar harus menunggu ruang kosong.
Disamping
pembangunan yang begitu penting,
kebersihan juga turut mengundang perhatian, kampus jantong hatee rakyat rakyat
aceh ini, yang juga menjadi kebanggaan orang Aceh ternyata memiliki sisi
kebersihan yang masih minim, seperti sampah yang bertebaran dimana-mana, dan toilet
kampus sama sekali tidak mencerminkan intelektualitas para penggunanya. Semua
yang melintasi toilet pasti
menutup hidung. Kotoran mengering tak disiram, Puntung rokok, hingga
pembalut wanita kerap ditemui di toilet. Begitulah pemandangan salah satu
toilet yang terletak di RKU III.
Sebenarnya,
toilet yang ada di situ tidak jauh beda dengan toilet-toilet lain RKU
Unsyiah yang terdapat di kampus Jantong Hatee Rakyat
Aceh ini, terutama toilet yang sudah “berusia” lima tahun ke atas. Sampah yang
bertumpuk seakan sudah menjadi hal yang biasa dalam komplek kampus ini.
Para
elemen-elemen kampus seakan tidak perduli dengan semua ini. Sampah yang
bertumpukan dan berserakan tanpa dibakar. Selokan, halaman, ruang, bahkan
kamar mandi atau WC pun dipenuhi sampah. Sungguh sebuah fenomena yang
sangat memalukan. Mahasiswa semakin krisis dengan nilai-nilai etika
kebersihan lingkungan.
Dengan fenomena yang
muncul, mencerminkan menurunnya kualitas dan nilai estetika lingkungan,
akibatnya timbul berbagai penyakit, dan imege
lingkungan Unsyiah di mata masyarakat luar bukanlah kampus yang
mencerminkan intelektual.
Bagaimana Unsyiah di tahun 2014 ? inilah yang
menjadi PR oleh elemen-elemen yang terkait. Diharapkan di tahun 2014, lebih banyak lagi
pembangunan-pembangunan yang mendukung proses belajar mengajar, dimana setiap
semesternya mahasiswa terus membayar dana pembangunan. Di samping itu juga,
adanya kebijakan yang tegas dari birokrasi mengenai kebersihan, sehingga mampu
mendisiplinkan mahasiswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu
kampus tercinta ini menjadi cermin dari mahasiswa yang berintelektual dan
memiliki nilai estetika tinggi.


0 komentar:
Posting Komentar