Minggu, 29 Desember 2013

Bagaimana Unsyiah tahun 2014 ??

Opini
Oleh :  Cut Sri Rahmayani Zulisna

        Tahun 2013 akan menjauh dari kita semua dan 2014 akan segera datang. mari kita buka pintu dan jendela untuk menyambut datangnya 2014 dengan semangat perubahan yang luar biasa, salah satunya adalah Unsyiah. Unsyiah merupakan kampus kebanggaan orang Aceh, setiap tahunnya Unsyiah terus mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari
pembangunan kampus, peningkatan mutu akademik, serta meningkatkan sarana dan prasarana.

       Coba kita lihat dan perhatikan sekarang, ada gedung yang sedang mengalami perbaikan diantaranya, seperti menambah gedung baru, merenofasi atap yang sudah begitu rapuh, merenofasi lantai, melakukan mengecatan ulang gedung yang terdapat RKU 1, RKU 3, MIPA, FISIP, Kedokteroan, dan Pertanian.

           Berbicara mengenai pembangunan di tahun sebelumnya, rasanya tidak bersemangat, melihat gedung yang mengalami kebocoran disaat hujan, warna gedung yang kusam, seperti rumah hantu yang begitu angker, kekurangan kelas untuk belajar, sehingga menyebabkan menunggu ruang kosong, lantai yang sudah berlubang-lubang, dan ini membuat mahasiswa enggan untuk belajar, malas ke kampus. Seperti yang dilontarkan salah seorang mahasiswa FISIP jurusan komunikasi yang mengatakan “malas kekampus, keseringan  tidak ada ruang untuk belajar”. Ini yang terjadi di Fakultas FISIP yang setiap tahunya mahasiswa baru terus bertambah dan mahasiswa lama enggan untuk keluar sehingga menjadikan kampus ini begitu sempit dengan bangunan yang minim  menyebabkan setiap belajar harus menunggu ruang kosong.
       Disamping pembangunan yang begitu  penting, kebersihan juga turut mengundang perhatian, kampus jantong hatee rakyat rakyat aceh ini, yang juga menjadi kebanggaan orang Aceh ternyata memiliki sisi kebersihan yang masih minim, seperti sampah yang bertebaran dimana-mana, dan toilet kampus sama sekali tidak mencerminkan intelektualitas para penggunanya. Semua yang melintasi toilet pasti menutup hidung. Kotoran mengering tak disiram, Puntung  rokok, hingga pembalut wanita kerap ditemui di toilet. Begitulah pemandangan salah satu toilet yang terletak di RKU III.
Sebenarnya, toilet yang ada di situ tidak jauh beda dengan toilet-toilet lain RKU Unsyiah yang terdapat di kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh ini, terutama toilet yang sudah “berusia” lima tahun ke atas. Sampah yang bertumpuk seakan sudah menjadi hal yang biasa dalam komplek kampus ini.
       Para elemen-elemen kampus seakan tidak perduli dengan semua ini. Sampah yang bertumpukan dan berserakan tanpa dibakar. Selokan, halaman, ruang, bahkan kamar  mandi atau WC pun dipenuhi sampah. Sungguh sebuah fenomena yang sangat memalukan. Mahasiswa semakin krisis dengan nilai-nilai etika kebersihan lingkungan.
Dengan fenomena yang muncul, mencerminkan menurunnya kualitas dan nilai estetika lingkungan, akibatnya timbul berbagai penyakit, dan imege lingkungan Unsyiah di mata masyarakat luar bukanlah kampus yang mencerminkan intelektual.
         Bagaimana Unsyiah di tahun 2014 ? inilah yang menjadi PR oleh elemen-elemen yang terkait.   Diharapkan di tahun 2014, lebih banyak lagi pembangunan-pembangunan yang mendukung proses belajar mengajar, dimana setiap semesternya mahasiswa terus membayar dana pembangunan. Di samping itu juga, adanya kebijakan yang tegas dari birokrasi mengenai kebersihan, sehingga mampu mendisiplinkan mahasiswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu kampus tercinta ini menjadi cermin dari mahasiswa yang berintelektual dan memiliki nilai estetika tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar