Minggu, 29 Desember 2013

Resensi Novel Cerita Hati Maharani

Oleh :  Supriadi

A.    Indetitas Buku
Buku               : Cerita Hati Maharani
Pengarang       : Cut Nursyidah Dewi
Tahun Terbit   : 2012
ISBN               : 9786021911631
Halaman          : 376
Penerbit         : Diva Press
Bahasa            : Indonesia

    B.      Cerita Singkat   
Novel Cerita Hati Maharani yang dikarang oleh Cut Nursyidah Dewi seorang  pengarang buku yang berasal dari Aceh. Dalam buku Cerita Hati Maharani memiliki unsur yang mengalir indah, jernih, humoris. Inspiratif, dan penuh selubung nilai-nilai religius.
Pemeran atau tokohnya terlihat jelas bahwa seorang gadis biasa yang bernama Rani. Rani memiliki penampilan fisiknya yang juga biasa, namun ada sesuatu
dalam dirinya yang membuatnya jadi tidak biasa. Yang anehnya bagi dirinya apa yang membuat dia jadi tidak biasa dia tidak tahu persis apa itu yang membuat dia jadi tidak biasa. Namun Rani memilih menjadi diri sendiri karena dia menganggap jika menjadi diri sendiri kecantikan dirinya akan terpancar dari sana.
Rani menjalani hari demi hari untuk mencari cinta sejati dan makna hidup. Dalam perjalana hari-harinya Rani sering sekali terjebak dengan labirin cinta yang semu. Dan ia pun menyadari bahwa Tuhannyalah cinta sejati Rani. Rani seorang gadis yang sangat baik dan apapun kendala dan rintangannya selalu memohon kepada Tuhan, karena Rani menganggab tak ada lain yang bisa menolong kecuali hanya Tuhan.
Walaupun Tuhan kembali menempatkan Rani dalam sebuah dilema namun Rani tak pernah putus asa dalam menghadapi cobaan hidupnya. Rani tetap menjalani hidupnya yang mengantarkan dalam menemukan pasangan hidup dengan perjalanan kisah cinta dan pergolakan batin yang dramatis.
Rani memiliki cobaan hidup yang sangat berat hingga suatu ketika Rani sangat sedih hingga menangis sebab mama yang sangat dia sayang meininggal dunia. Setelah itu Papa Rani menikahi seeorang wanita lain yang sudah memiliki anak tiga. Setelah Papanya menikah dengan wanita itu kehidupan Rani makin tambah sengsara karena istri Papa dan anak-anaknya ingin merebut semua kekayaan Papa Rani hingga mereka ingin membunuh Rani, sebab semua harta Papa jatuh kepada Rani sebagai ahli warisnya. Mereka mengajak Rani untuk camping ke sebuah tempat di pergunungan dengan tujuan untuk membunuh Rani ternyata mereka mengajak orang lain seorang untuk membunuh Rani. Orang tersebut tidak membunuh Rani tetapi dia melepas Rani karena kasihan terhadap Rani dan Rani hidup di hutan bersama seorang anak kecil yang baru meninggal ibunya. Rani berbulan-bulan bahkan bertahun Rani tinggal di hutan tersebut bersama anak itu.
Dalam novel Cerita Hati Maharani, Rani sebagai tokoh utama dalam novel tersebut memerankan seperti kisah Zulaikha yang diam-diam mencintai anak asuhannya  sendiri yang bernama Yusuf. Sehingga membuat Zulaikha terjebak dalam perasaan cinta yang dilematis terhadap anak asuhannya itu. Sampai akhirnya, kelemahan Zulaikha sebagai wanita tak sanggub lagi membendung rasa cintanya pada Yusuf. Padahal yusuf itu sudah jelas bahwa anak asuhnya sendiri namun cinta tak dapat mengatakan apa-apa.
Namun Rani juga memiliki kisah yang sama yang mencintai anak asuhnya sendiri. Akankah ia melakukan kebodohan yang sama seperti Zulaikha yang diceritakan dalam Al-Qur’an karena Zulaikha telah dibutakan oleh cinta yang tak tertahankan pada anak asuhannya yang bernama Yusuf itu. Namun Rani berbeda dengan Zulaikha sebab Rani apa yang telah dibuatnya Rani merasa bersalah dan memohon ampunan yang sebesar-besarnya kepada Allah hingga Rani jatuh sakit karena begitu besarnya cinta kepada Yusuf hingga akhirnya Yusuf kembali kerumah Rani untuk melamarnya, ternyata Rani sudah beberapa hari tak sadarkan diri di rumah sakit disebabkan sakit ditinggalkan oleh Yusuf yang diusir oleh Papa Rani. Namun Papa Rani sangat khawatir dengan Rani yang tak sadarkan diri itu hingga Papa Rani mencari yusuf lagi tetapi yusuf datang dengan sendirinya. Papa rani sangat bahagia dengan kehadiran Yusuf sehingga Papa Rani menyelenggarakan pernikahan langsung di rumah sakit karena Papa Rani ingin Rani cepat sembuh. Dalam Rani tak sadarkan diri selalu menyubut nama Yusuf, makanya Papi Rani ingin segera meningkat terus karena lebih cepat lebih baik kata Papa Rani.

C.     Unsur Intrinsik
a.      Tema
Yang diangkat tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan.
b.      Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur.

c.       Sudut Pandang
Dalam Novel Cerita Hati Maharani ini, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal. 

d.      Penokohan
Penggambaran tokoh dalam novel ini begitu kreatif dan jelas.

e.       Gaya Bahasa
Kata-kata yang ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang digunakan juga memiliki makna dan berisi.

D.    Kelebihan dan Kekurangan

a.      Kelebihan
Novel karya Cut Nursyitah Dewi ini menerut saya sangat menarik. Dimana dalam novel ini mengulas tentang bagaimana kisah perjalanan hidup Rani dalam mencari cinta, persahabatan dan sampai tentang kekeluargaannya.Novel ini dikemas dengan gaya bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang menjadikan novel ini dapatmudah dimengerti dan dinikmati oleh pembaca.
Selain itu, novel ini juga penuh dengan nilai-nilai positif serta makna kehidupan yang tidak hanya berserita tantang kisah cintanya saja tetapi tentang semua kehidupan yang dijalani oleh Rani. Dengan latar waktu dan tempat yang sangat menarik hingga membuat seolah-olah pembaca ikut terlibat didalamnya.
b.      Kekurangan
Dalam novel ini penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga dapat beresiko pembacaakan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Dan dalam novel ini banyak menggunakan bahasa asing sehingga sulit bagi pembaca untuk memahaminya. Dan dalam beberapa cerita timbul kesan kurang menarik dan kebosanan bagi pembaca dalam mendalami novel ini. 

0 komentar:

Posting Komentar