Oleh : Supriadi
A. Indetitas Buku
Buku : Cerita Hati Maharani
Pengarang : Cut Nursyidah Dewi
Tahun Terbit : 2012
ISBN : 9786021911631
Halaman : 376
Penerbit : Diva Press
Bahasa : Indonesia
Novel
Cerita Hati Maharani yang dikarang oleh Cut Nursyidah Dewi seorang pengarang buku yang berasal dari Aceh. Dalam
buku Cerita Hati Maharani memiliki unsur yang mengalir indah, jernih, humoris.
Inspiratif, dan penuh selubung nilai-nilai religius.
Pemeran
atau tokohnya terlihat jelas bahwa seorang gadis biasa yang bernama Rani. Rani
memiliki penampilan fisiknya yang juga biasa, namun ada sesuatu
dalam dirinya yang membuatnya jadi tidak biasa. Yang anehnya bagi dirinya apa yang membuat dia jadi tidak biasa dia tidak tahu persis apa itu yang membuat dia jadi tidak biasa. Namun Rani memilih menjadi diri sendiri karena dia menganggap jika menjadi diri sendiri kecantikan dirinya akan terpancar dari sana.
dalam dirinya yang membuatnya jadi tidak biasa. Yang anehnya bagi dirinya apa yang membuat dia jadi tidak biasa dia tidak tahu persis apa itu yang membuat dia jadi tidak biasa. Namun Rani memilih menjadi diri sendiri karena dia menganggap jika menjadi diri sendiri kecantikan dirinya akan terpancar dari sana.
Rani
menjalani hari demi hari untuk mencari cinta sejati dan makna hidup. Dalam
perjalana hari-harinya Rani sering sekali terjebak dengan labirin cinta yang
semu. Dan ia pun menyadari bahwa Tuhannyalah cinta sejati Rani. Rani seorang
gadis yang sangat baik dan apapun kendala dan rintangannya selalu memohon
kepada Tuhan, karena Rani menganggab tak ada lain yang bisa menolong kecuali
hanya Tuhan.
Walaupun
Tuhan kembali menempatkan Rani dalam sebuah dilema namun Rani tak pernah putus
asa dalam menghadapi cobaan hidupnya. Rani tetap menjalani hidupnya yang
mengantarkan dalam menemukan pasangan hidup dengan perjalanan kisah cinta dan
pergolakan batin yang dramatis.
Rani
memiliki cobaan hidup yang sangat berat hingga suatu ketika Rani sangat sedih hingga
menangis sebab mama yang sangat dia sayang meininggal dunia. Setelah itu Papa
Rani menikahi seeorang wanita lain yang sudah memiliki anak tiga. Setelah
Papanya menikah dengan wanita itu kehidupan Rani makin tambah sengsara karena
istri Papa dan anak-anaknya ingin merebut semua kekayaan Papa Rani hingga
mereka ingin membunuh Rani, sebab semua harta Papa jatuh kepada Rani sebagai
ahli warisnya. Mereka mengajak Rani untuk camping ke sebuah tempat di
pergunungan dengan tujuan untuk membunuh Rani ternyata mereka mengajak orang
lain seorang untuk membunuh Rani. Orang tersebut tidak membunuh Rani tetapi dia
melepas Rani karena kasihan terhadap Rani dan Rani hidup di hutan bersama
seorang anak kecil yang baru meninggal ibunya. Rani berbulan-bulan bahkan bertahun
Rani tinggal di hutan tersebut bersama anak itu.
Dalam
novel Cerita Hati Maharani, Rani sebagai tokoh utama dalam novel tersebut
memerankan seperti kisah Zulaikha yang diam-diam mencintai anak asuhannya sendiri yang bernama Yusuf. Sehingga membuat
Zulaikha terjebak dalam perasaan cinta yang dilematis terhadap anak asuhannya
itu. Sampai akhirnya, kelemahan Zulaikha sebagai wanita tak sanggub lagi
membendung rasa cintanya pada Yusuf. Padahal yusuf itu sudah jelas bahwa anak
asuhnya sendiri namun cinta tak dapat mengatakan apa-apa.
Namun
Rani juga memiliki kisah yang sama yang mencintai anak asuhnya sendiri. Akankah
ia melakukan kebodohan yang sama seperti Zulaikha yang diceritakan dalam
Al-Qur’an karena Zulaikha telah dibutakan oleh cinta yang tak tertahankan pada
anak asuhannya yang bernama Yusuf itu. Namun Rani berbeda dengan Zulaikha sebab
Rani apa yang telah dibuatnya Rani merasa bersalah dan memohon ampunan yang
sebesar-besarnya kepada Allah hingga Rani jatuh sakit karena begitu besarnya
cinta kepada Yusuf hingga akhirnya Yusuf kembali kerumah Rani untuk melamarnya,
ternyata Rani sudah beberapa hari tak sadarkan diri di rumah sakit disebabkan
sakit ditinggalkan oleh Yusuf yang diusir oleh Papa Rani. Namun Papa Rani
sangat khawatir dengan Rani yang tak sadarkan diri itu hingga Papa Rani mencari
yusuf lagi tetapi yusuf datang dengan sendirinya. Papa rani sangat bahagia
dengan kehadiran Yusuf sehingga Papa Rani menyelenggarakan pernikahan langsung
di rumah sakit karena Papa Rani ingin Rani cepat sembuh. Dalam Rani tak
sadarkan diri selalu menyubut nama Yusuf, makanya Papi Rani ingin segera
meningkat terus karena lebih cepat lebih baik kata Papa Rani.
C.
Unsur Intrinsik
a. Tema
Yang diangkat tentang persahabatan,
cinta, dan kekeluargaan.
b. Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan
alur cerita maju-mundur.
c.
Sudut Pandang
Dalam Novel Cerita Hati Maharani ini,
sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal.
d.
Penokohan
Penggambaran tokoh dalam
novel ini begitu kreatif dan
jelas.
e.
Gaya Bahasa
Kata-kata yang
ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat
menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang
digunakan juga memiliki makna dan
berisi.
D.
Kelebihan
dan Kekurangan
a.
Kelebihan
Novel
karya Cut Nursyitah Dewi ini menerut saya sangat menarik. Dimana dalam novel
ini mengulas tentang bagaimana kisah perjalanan hidup Rani dalam mencari cinta,
persahabatan dan sampai tentang kekeluargaannya.Novel ini dikemas dengan gaya
bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang
menjadikan novel ini dapatmudah dimengerti dan dinikmati oleh pembaca.
Selain
itu, novel ini juga penuh dengan nilai-nilai positif serta makna kehidupan yang
tidak hanya berserita tantang kisah cintanya saja tetapi tentang semua
kehidupan yang dijalani oleh Rani. Dengan latar waktu dan tempat yang sangat
menarik hingga membuat seolah-olah pembaca ikut terlibat didalamnya.
b.
Kekurangan
Dalam novel ini
penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga dapat beresiko
pembacaakan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Dan
dalam novel ini banyak menggunakan bahasa asing sehingga sulit bagi pembaca
untuk memahaminya. Dan dalam beberapa cerita timbul kesan kurang menarik dan
kebosanan bagi pembaca dalam mendalami novel ini.



0 komentar:
Posting Komentar