Minggu, 29 Desember 2013

Pantai Lhok Mata Ie, Pasir Merah Muda yang Menggoda

Features
Oleh :  Maulizan Hidayat

Pukul 10.30 pagi Rahmat, saya, Najib, Ziadi dan Muhajjir sudah berkumpul di Blang Padang. Dari Blang Padang kami bergerak melewati ule lheu menuju ke ujung Pancu kec. Pekan Bada, kab. Aceh Besar. Namun sebelumnya kami mampir terlebih dahulu di toko terdekat untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya. “jangan lupa beli air minum, itu yang paling penting” ujar Rahmat. Air minum mutlak diperlukan jika ingin berwisata ke Lhok Mata Ie, mengingat medan yang cukup menguras tenaga. Karena letak pantai yang
tersembunyi dibalik kaki gunung.
Untuk sampai ke Ujung Pancu dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari kota Banda Aceh dengan menggunakan kendaraan bermotor. Setibanya disana kami menitipkan sepeda motor disalah satu rumah warga setempat. Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki, mengikuti jalan setapak menaiki kaki gunung yang ada dibelakang kandang peternakan ayam. Kami harus berjalan kira-kira 30 menit lagi untuk bisa sampai ke pantai yang ada dibalik kaki gunung itu.
Untunglah cuaca di pagi ini cukup bersahabat, sehingga perjalanan akan lebih mudah untuk dilalui. Setapak demi setapak kami mendaki gunung dengan perlahan, di perjalanan terlihat beberapa warga yang sedang berladang menanam cabai di gunung. Belum sampai setengah perjalanan Najib dan Ziadi sudah terlihat kelelahan. “tempat istirahatnya udah gak jauh lagi, semangat” kata si Rahmat. Kamipun berhenti sejenak di tengah rimbunnya pepohonan khas pegunungan, menenggak air guna mengisi kembali tenaga yang telah terkuras. Setelah cukup beristirahat kami kembali melanjutkan perjalanan.
Kali ini kami harus menuruni gunung, menandakan bahwa kami hampir sampai di pantai Lhok Mata Ie. Bila hari baru saja hujan kondisi jalan akan sangat licin dan membuat beberapa orang tergelincir. Tetapi kami beruntung, karena cuaca hari ini sedang cerah sehingga perjalanan kami lebih mudah. Setidaknya begitulah yang kami pikirkan. Tapi ternyata ada saja teman kami yang tergelincir. Saya yang berjalan dibelakang Muhajjir tidak bisa menahan ketawa melihat caranya terpeleset. “hati-hatilah Jir” nasehat Najib. “makanya jangan lari-lari, untung cuma tepeleset. Coba kalau nabrak pohong, bisa ribet urusannya” sambung Rahmat.
 Setelah membantu Muhajjir, kami kembali melanjutkan perjalanan.  Tidak lama berjalan kami mendengar suara deburan ombak yang menandakan bahwa pantai Lhok Mata Ie sudah dekat. Dari kejauhan terlihat air laut yang biru dengan gelombang yang tenamg. Senyum sumbringah terlihat dari wajah kami yang sudah cukup kelelahan. “Akhirnya sampai juga” ujar Rahmat dengan nada yang sedikit terengah-engah.
Sebuah pantai dengan pasir merah mudanya yang sangat mempesona, air laut yang jernih dan ombak yang tenang, sungguh suatu pemandangan yang luar biasa. Disalah satu sisi pantainya terdapat batu-batu tebing besar yang indah. Tidak jauh dari bibir pantai terlihat pulau-pulau kecil yang merupakan gugusan dari pulau Aceh. Suasana disani cukup sepi, tidak ada pengunjung lain yang datang ke sani selain  kami hari ini. Biasanya pengunjung hanya ramai dihari-hari libur. Meskipun begitu, kita harus tetap berhati-hati karena ada monyet yang biasanya suka mengambil barang bawaan pengunjung.
“Waktunya mandi” teriak muhajjir sambil berlari kearah laut. “ belum apa-apa udah mandi, foto-foto dulu lah buat kenang-kenangan” ujar Ziadi. Maklum,  suasana pantai yang sangat sepi membuat kami terasa seperti di pulau pribadi. Disini kami bebas bersenang ria tanpa ada yang mengganggu, tetapi tetap harus mematuhi aturan yang dibuat oleh aparatur gampong (aparat desa) setempat.

Tidak hanya itu, saat senja menjelang kita akan disuguhkan panorama matahari terbenam diujung Sumatra yang sangat indah. Sinar matahari senja akan menyinari laut dan pantainya dan semakin menambah pesona pantai merah muda ujung pancu. Saat yang tepat bagi Rahmat untuk mengabadikan keindahan pantai Lhok Mata Ie. Keindahan yang akan selalu abadi didalam setiap jepretan foto. Sebelum matahari benar-benar terbenam kami kembali menapaki gunung, karena jika hari sudah gelap akan sulit bagi kami untuk pulang melewati kaki gunung. Kecuali bagi yang berniat untuk Camping di Lhok Mata Ie ini.

0 komentar:

Posting Komentar